pengalamanku jadi Aupair dimulai dari tahun 2015. Aku inget banget pada saat itu aku lagi ngurusin skripsi selagi aku cari2 hostfamily, hecticnya minta ampuuun. Akhirnya aku dapat keluarga untuk Aupair dari Aupairworld. Website ini benar2 simple dan user friendly banget. Harus dicoba! Tapi, agak sedikit tricky buat cowok2 yang mau Aupair, karena Aupairworld lebih prefer cewek. Tapi hell yaaa, aku dapat keluarga ko. hahahahaha
Setahun aku habiskan hidup sebagai Aupair di keluarga Veltwisch di Bremen, Niedersachsen, Germany! aku kerja sebagai asisten, teman dan (maybe) papa mereka. Aku bilang papa karena anak yang paling kecil (Laurenz) keceplosan panggil aku papa terus! (kabayang gak happynya gimana) kita dekat banget sampai emosi sebagai keluarga itu benar2 ada!
Well, basically tugas utama aku adalah asistenin Laurenz. Dia 6 tahun tapi karena broken family, jadi dia agak kurang diperhatiin gitu. Of course sang ibu mau banget lebih banyak perhatiin anak2nya tapi dia harus kerja, kerjanya shift2an lagi, terus di rumah juga harus ngerjain household responsibilities, pluuuuus dia juga kuliah. Kebayangkan gimana hecticnya hidup wonder woman ini? Ibu Veltwisch ini benar2 baik dan gaul. Dia punya prinsip hidup itu jangan disesali dan jangan terlalu konservativ (harus relaxed dan chill aja). Pokokny apanutan bangetttt!
Setiap hari aku antar Laurenz ke TK (Kindergarten). Luckily, TKnya dekat banget sama rumah kita, jadi kita gak perlu naik2 angkutan umum. Kadang kita naik sepeda ke sekolah atau jalan kaki aja. Jalan kaki lebih berkesan karena banyak obrolan lucu sama Laurenz on the way to school!
Disamping pergi ke sekolah biasa, Laurenz juga pergi ke sekolah khusus untuk pronunciation (dia gak bisa pronunce beberapa kata dengan baik). Kalau Laurenz diundang ke pesta Ultah atau di sekolah ada acara2 khusus yang melibatkan orang tua, aku biasanya ikut datang! seru bangeeeet, jadi kenal banyak orang.
Okay that’s it all for now ya! aku nanti lanjut tulisan ini lagi setalah aku beres persiapan ujian akhir 😀
See yaaa!