Minggu Pertama di Frankfurt, Jerman

waktu pertama sampai Jerman, tepatnya tanggal 23 Oktober 2015, perasaan yg ada di hati aku cuma excitement. Teman2 di Jerman bilang jangan lupa jaket, syal etc. Tapi saking happynya, kekhawatiran akan musim dingin itu hilang aja. Di Frankfurt aku di Jemput sama Mba Anna Retzer yg aku udah kenal dari Bogor. Culture schock yg pertama itu adalah naik Skyline Bahn dari Airport ke sebuah Bahnhof di kota. Agak lupa sedikit waktu itu naik U-Bahn atau nggak. Tapi aku inget dulu diajak naik Bus sampai ke apartmentnya Anna. 


Skyline Frankfurt Airport: https://www.frankfurtflyer.de/skyline-terminal-zug-in-frankfurt-zwischen-terminal-1-und-2-ist-bis-24-juni-ausser-betrieb/


Contoh Bus di Frankfurt: https://www.fnp.de/frankfurt/frankfurt-hessen-vgf-mercedes-busse-lahm-gelegt-zr-12753294.html

aku bilang Skyline ini culture shock karena di tahun 2015 belum ada Skyline di Jakarta. Terus bus di Jerman itu bersih dan cantik. Aku kuliah di Jakarta paling sering pakain Kopaja, atau paling bagus pakai Transjakarta. Tapi kan Transjakarta itu ya amburadul juga. Pokoknya pas pertama naik bus di Frankfurt aku amazed gitu si ko bisa sebersih dan sekosong itu busnya. 

Setelah itu aku tinggal di tempat Anna untuk 2 malam. Untuk malam pertama aktivitas kita adalah masak Bratwurst dan Salat. Waktu belajar bahasa Jerman di buku2 itu selalu diceritain how the Germans really love Wurst and Salat! Dan waktu itu aku ada di Jerman dengan Wurst dan Salat, plus ditemani oleh program TV namanya Tatort which is really German!!! Aku itu waktu belajar bahasa Jerman pertama kali suka banget baca buku2 crime series untuk anak2 yg disediakan Goethe Jakarta. Kebanyakan orang Jerman itu suka banget sama Krimi!!!

Tatort Münster: https://www.watson.de/unterhaltung/tv/281792592-tatort-muenster-ard-star-verlaesst-beliebtestes-ermittler-team

Di malam yg kedua Anna undang satu temannya bernama Clara. Kita masak bareng dan pada malam itu aku dibawa ke satu Party di dekat tempat Anna. Waaahhh, di buku Deutsch itu mereka selalu buat contoh “ich gehe zur Party”. Ternyata disini Party gehen itu emang sudah jadi culture tersendiri. Bisa Party di Club, di rumah dengan housemates, atau di Asrama (Studentenwohnheim) dengan teman2 kuliah. Wajib dicoba!, kita gak perlu minum alkohol kalau gak mau. Disini makan2 plus ngobrol2 sama orang2 banyak pun dibilang party! ^^ Security staff di Clubnya was a bit impolite gitu. Jadi Anna marah banget dan said bad things to him. Ahhh that night was super memorable!



Lagi joget di Frankfurt^^

Di hari ketiga Anna membawa aku ke local market yang ada dicity centre Frankfurt. Culture schocknya adalah di Frankfurt itu ada bagian kota yang full of high buildings, tapi ada juga bagian kota yang full of traditional houses. Jadi terasa seperti di Eropa di zaman dulu ^^ Walaupun aku bilang pasar, tapi pasar di Jerman itu agak beda dengan di Indonesia (as I expected). Setelah jalan2 di pasar, kita bertemu temannya Anna (I forgot her name). Kita ke Cafe untuk minum sesuatu dan gak lupa mengunjungi Universitas Frankfurt! I love uni! Dan waktu ada di dalam satu kampus Uni Frankfurt ini aku betul2 punya keinginan untuk bertekad untuk mencoba kuliah di Jerman setelah Aupair nanti. 


Foto di dekat uni Frankfurt dengan tas pemberian kakak aku di Bogor 🙂


Sarapan di Frankfurt, Yummy!

Setelah itu aku harus pergi ke Bremen untuk program Aupair sendiri


Akhirnya naik kereta Jerman^^

Culture shock yg paling buat aku wow adalah Autumn!!

Pinjam Jaket Winternya Mba Anna:D

Sampai sekarang Autumn (Herbst) masih jadi season favoritku!!

Udah ya itu dulu. Nanti lanjut lagi dengan story2 lain di Bremen.

Leave a Comment