Mendapatkan Gastfamilie dan Visa Au-Pair di Masa Pandemi

Minggu ini aku mewawancarai Uni, dan kita bicara tentang pengalaman dia mencari keluarga untuk Au-pair dan mengajukan visa Au-pair di masa pandemi. Untuk proses pencarian Gastfamilie sendiri, Uni menggunakan situs Aupairworld.com dan menerima tawaran Au-pair yang bervariasi. Tapi, karena kendala waktu dan krisis, tidak ada Gastfamilie yang cocok dengan rencana Uni.

Untuk melanjutkan pencarian keluarga Gastfamilie-nya, Uni akhirnya mengontakt beberapa teman Uni yang memang berasala dari Jerman atau sedang tinggal di Jerman. Akhirnya Uni mendapatkan tawaran untuk menjadi Au-pair dari satu Gastfamilie yang tinggal di Bremen. Uni dan keluarga yang satu ini sangat terbuka satu sama lain dengan kondisi pekerjaan dan rencana Uni di Jerman. Karena Uni merasa cocok dengan Gastfamilie-nya, dan waktu itu kebetulan kita sudah bisa buat janji di Embassy untuk pengajuan visa Au-pair, maka Uni menerima tawarannya.

Langkah selanjutnya dari Uni untuk ke Jerman adalah pengajuan visa di Botschaft. Uni sangat beruntung karena bisa menghubungi pekerja bagian visa di Embassy, dan mendapatkan Termin atau janji untuk mengajukan visa di bulan Desember. Dokumen apa saja yang Uni perlukan untuk mengajukan visa?

– Paspor (asli plus kopi dari halaman data diri dan foto)

– Kontrak Au-Pair

– Surat Asuransi

Lebenslauf / CV

– Surat motivasi „kenapa mau jadi Au-Pair?“

Meldebescheinigung dari Gastfamilie

– Pas foto 3 lembar (aturan lihat website Botschaft)

– Formulir pengajuan visa

– Surat perundang-undangan / Belehrungsnachweis (lihat di website Botschaft)

– Sertifikat Bahasa Jerman (min A1) – Uni pakai B1

– Biaya administrasi: Rp. 1.310.000

Jangan lupa urutan dokumennya diperhatikan. Biasanya di Embassy ada informasi mengenai pengurutannya, dan perhatikan fotokopi dokumen-dokumennya harus berapa.

Setelah mengajukan visa, Uni menunggu sekitar 2 minggu sampai visanya bisa dijemput.

Proses pengajuan visa di Embassy:

– Pendaftaran

– Pengurutan dokumen-dokumen jadi 2 rangkap

– Pengecekkan dokumen oleh staff

– Menjawab pertanyaan dari staff: berapa lama tinggal di Jerman? Kenal sama Gastfamilie darimana? Dan pertanyaan dasar lain. Karena Uni sudah 26 tahun, petugas Embassy bertanya kenapa mau tetap apply padahal batas umur Au-pair 27 tahun?

Penjemputan visa:

– Pendaftaran diri dengan bukti kuitansi pembayaran dan paspor

– Pengambilan dilakukan oleh satpam (pelamar menunggu di luar gedung)

Sekarang Uni sedang sibuk packing dan mempersiapkan mental untuk Bremen, Germany…

Uni belajar sampai level A2 di Goethe. Tapi, karena Uni sangat ingin lolos B1, dia minta bantuan belajar bareng native speaker dan aku. Ujian pertama Uni itu bukan B1 tapi Zertifikat B2!

Walaupaun Uni tidak lolos di B2, tapi Uni tidak menyerah untuk belajar lagi dan ikut Zertifikat B1, dan hasilnya sangat memuaskan.

Jadi buat kalian yang lagi belajar Bahasa Jerman, jangan hilang motivasi ya… Kalau kalian ikut satu ujian dan belum lulus, bukan berarti kalian harus putus asa. Itu artinya kalian harus belajar lebih giat lagi. Untuk belajar bahasa Jerman, agar bisa lebih paham Grammatik, disarankan banyak latihan Hören dan Sprechen. Paling bagus sama native speaker atau coba nonton film atau dengar musik dalam Bahasa Jerman.

Kalau kalian ada ide aku harus bahas tema apalagi di blogku, silahkan di komentar ya….

Untuk lihat video interviewnya (karena ini hanya ringkasan), silahkan ditonton videonya 😊masih ada informasi seperti: Uni dibayarin apa saja si sama Gastfamilienya nanti???.

Leave a Comment