Hari Pertama Kerja di Tahun 2022

Selamat tahun baru dari kota Cologne! Karena ini merupakan tahun baru, resolusi tahun baru aku adalah makin rajin share pengalaman kerja di Jerman dan makin semangat ngurusin blogku. Pastinya ada resolusi lain. Tapi itu rahasia 🙂

Hari ini (03.01.2021) dimulai dengan bangun tidur yang agak ok. Tidur cuma 7 jam, karena gak bisa tidur dengerin podcast tentang Arbeitssicherheit (safety di dunia kerja). Terus pas bangun gerimis diluar. Bikin ingat Bogor 😦

jam 7 pagi tapi gelap

Untungnya aku hari ini kerja dari rumah aka Homeoffice, jadi gak perlu keluar rumah di cuaca dingin dan basah gini.

Aku biasa sarapan dengan sesuatu yang simple seperti roti coklat dan teh atau minuman lain. Hari ini minumannya bernama Kicos (Lemonade yang ada kafeinnya dan bergula lumayan banyak).

Untuk makan siang hari ini aku makan mie instant, soalnya banyak kerjaan banget, dan belum belanja setelah libur panjang. Sayang banget aku gak ambil foto mie nya. Mie nya berasa seperti sayur cesin (kata orang sunda ^^).

Hari ini banyak dapat review dari atasan, jadi harus nulis cepat kilat, ditambah harus mencatat tugas-tugas baru untuk minggu ini. Terus harus arrange meetings dengan departments lain juga. Aku suka banget corat coret sesuatu yg udah aku lakuin atau aku rencanain. Biasanya yg masih follow up aku coret pakai hijau dan sudah done pakai orange. Hari ini kebetulan adanya pink di depan mata :). Btw, tulisanku kayak cacing jadi cuma aku yg bisa baca sepertinya 😀

Hari ini selesai kerja jam 16:22. Sebenarnya pengen kerja lebih lama, tapi ingat kalau ga boleh lembur (kalau bisa). Hari ini ngapain aja?

  • buat janji meetings dan booking ruangan
  • team meeting dengan atasan dan kolega
  • confirm status karyawan yang kecelakaan
  • update statistik kecelakaan di tempat kerja
  • confirm total karyawan yg divaksin melawan influenza dengan Betriebsarzt (dokter yg biasa ada di perusahaan itu lho)
  • planning analisa kecelakaan (kirim undangan ke pihak terkait, siapin form analisa etc.)
  • cek training anti korupsi dan code of conduct (tapi belum diunlock coursenya :8)
  • edit comparison kondisi ruang pertolongan pertama dan peraturan hukum yang berlaku. Seru banget karena harus cooperate dengan expert dari facility.
  • edit purchase list dan inventory list. Pokonya rumit karena bukan dari major ini. Tapi tetap berusaha!
  • etc. yang aku ga bisa ingat 🙂

Setelah kerja selesai, aku langsung pergi berlanja grocery, karena lagi mau masak. Malam ini makan pasta dengan pesto roso dan daging frikadelle (kayak bakso).

masak banyak biar bisa diangetin untuk besok lunch

Biasanya kalau malam aku berusaha relaksasi dengan nonton Youtube, netflix atau baca buku, atau main game online 🙂

Karena baru pulang liburan, jadi setelah nonton dan makan, aku beresin ruangan dan beresin koper. Sekarang sambil nulis blog, aku juga lanjut nonton Youtube dan bersocial dengan teman-teman.

Makasih udah baca! 🙂

Bekerja sebagai Health and Safety Expert di Jerman

Sudah lama aku gak posting lagi. Karena bulan-bulan yang lalu sangat padat sekali untuk new comer di dunia kerja seperti aku. Sekarang aku mau coba ringkas ni pengalaman minggu minggu pertama aku sebagai pemula di dunia kerja sebagai Health and Safety Expert.

Setelah lama menunggu, akhirnya aku bekerja juga di bidang yang aku memang dari dulu sudah sangat minati. Helath and Safety Expert kalau di Indonesia itu seperti ahli K3. Ruang pekerjaan aku mencakup manajemen dan pencegahan kecelakaan di tempat kerja dan manajemen kesehatan di tempat kerja. Tapi tak cuma itu, aku juga membuat petunjuk-petunjuk keamanaan untuk menjalankan atau mengoperasikan mesin atau kendaraan contoh lainnya. Untuk mencegah kecelakaan dan keluhan kesehatan di lingkungan perusahaan, tentunya dasar-dasar ergonomi juga sangat penting untuk bisa melakukan tugas-tugas ku dengan baik.

Di bulan atau minggu-minggu pertama ini aku mengambil alih tugas dokumentasi kecelakaan kerja, preparation kotak-kotak K3, kontrol bukti 3G (divaksin, sudah sembuh, sudah ditest) berhubungan dengan Covid19, membuat penyuluhan keamanan dalam mengendarai mobil-mobil elektrik, pengenalan daerah-daerah sensitif di bandara (karena kebetulan perusahaan ini berada di wilayah bandara), pengenalan proses-proses logistik di production hall dan aktualisasi statistik kecelakaaan kerja.

Of course itu diluar tugas-tugas sampingan atau kecil yang harus aku lakukan dan kalau aku udah bekerja agak lama disini, pasti aku akan dapat lebih banyak lagi tugas-tugas dan tanggung jawab. Aku excited banget pokoknya menyambut challenge yang akan datang seiring berjalannya waktu.

Di periode kerja kedepannya aku akan banyak mengikuti kursus atau pelatihan-pelatihan yang ditujukan untuk pemula di bidang K3 ini. Tahun depan contohnya aku akan melakukan sertifikasi internasional ahli K3. Untungnya perusahaanku sangat baik, karena biaya sertifikasi ini ditanggung oleh perusahaan. Kalau bayar sendiri bisa sampai lebih dari 10.000 Euro an 😭

Aku sangat puas dengan perusahaan ini. Banyak fasilitas kantor yang bisa kita nikmati dengan gratis dan mudah, biaya tiket per bulan dibayarin sampai 70%, terus yang paling penting : para kolega yg senior atau baru semuanya baik dan ramah. Culture nya juga di perusahaan ini samgat kekeluargaan. Atasanku juga selalu memberi inputs yang constructive ke aku dan karakter dia membuat aku tidak sungkan untuk memberi masukan ke atasan. Masalah gaji aku ga bisa ngegerutu, soalnya buat fresh graduates udah bagus banget jumlahnya.

Kalau kalian mau tau lebih tentang aku dan pekerjaanku, silahkan komen atau kirim email ya.

Salam, candra

Membuat SKCK (Führungszeugnis) Indonesia dari KBRI Berlin

Kamu disuruh melampirkan SKCK di lamaran kerja kamu di Jerman, atau disiruh melampirkan SKCK untuk proses Anerkennung? Pertama pas dengar SKCK pasti kita bertanya “kok, udah di Jerman tapi diminta SKCK dari kepolisian Indonesia?”.

Waktu aku mendapatkan offer untuk bekerja, akupun kaget banget. Mana lagi pandemi, terus di Indo angkanya lagi naik, pokoknya lagi gak kepikiran buat pulang ke Indo. Tapi kalau gak ada SKCK ini nanti aku gak dapat offernya.

Akhirnya aku tanya sana sini dan luckily aku dapat info kalau KBRI Berlin menawarkan service pembuatan SKCK dari Berlin. Langsunglah aku tanya pihak KBRInya. Pokoknya petugas bidang Konsulernya ramah banget. Dia kasih aku link dimana aku bisa lihat persyaratan untuk apply SKCK dari Belrin apa aja, dan prosesnya itu bagaimana kalau kita belum punya sidik jari dsb.

linknya ini ya: https://kemlu.go.id/berlin/id/pages/surat_keterangan/290/about-service

Pokoknya lihat point ke 18!

Jadi aku langsung rangkum disini aja syarat2nya kalau kalian malas open linknya:

  1. Harus sudah lapor diri. Kalau belum, lapor sekarang di websitenya: lapor diri.
  2. Isi formulir pendaftaran: Formulir.
  3. KTP (fotocopy).
  4. Paspor yang masih berlaku (fotocopy, tapi pas ke KBRI bawa yg aslinya juga ya).
  5. Kartu keluarga (fotocopy).
  6. Akta lahir (fotocopy).
  7. Ijazah akhir (fotocopy) *aku sih cantumin yg Bachelor dan yg Master juga, plus aku siapin ijazah SMA, in case ditanya tiba2.
  8. Aufenthaltskarte / Visum / Izin tinggal di Jerman (fotocopy)
  9. Pas foto 4 x 6 (Background harus merah!!).
  10. Mengisi formulir permohonan SKCK. Download satu bundel formulirnya disini.
  11. Sudah ada rumus sidik jari untuk isi formulir yg ada di No. 10. Kalau belum ada rumus sidik jari, bisa datang ke KBRI untuk pengambilan sidik jari di tempat. Perhatikan waktu buka KBRInya yaaaa. Dan paling baik EMail pihak Konsuler kalau kalian mau datang ke KBRI untuk ambil sidik jari, agar pegawai yg disana sudah prepare dan kenal kita sedikit.
  12. Mengisi kartu TIK (ada di bundel point 10 diatas).
  13. Mengisi daftar pertanyaan di formulir SKCK (ada di bundel point 10 diatas)
  14. Membuat surat permohonan. Sebetulnya tinggal isi data diri dan tanda tangan aja, karena suratnya ada di bundel no. 10.
  15. Membawa SKCK lama bagi yang sudah pernah punya. Di kasus aku, SKCK lamaku di Indo jadi gak apa2 gak dibawa ke Berlin juga. Tapi kalau memang punya kamu ada di Jerman, dibawa yaaa.
  16. Bukti lapor diri (fotocopy). Ini adalah 1 lembar paling belakang yg ada di paspor biasanya, yg dibuat oleh KBRI / KJRI setelah kita lapor diri.
  17. Biaya (sesuai tarif di Indo saat ini). Aku buat bulan Juli 2021, harganya 110.000 IDR (rincian untuk apa ajanya akan dikirim per Whatsapp). Biaya ini langsung di transfer ke pihak kepolisian di Indo. Setelah apply di Berlin nanti akan ada yg kontak kita dari Indonesia minta pembayaran SKCK.
  18. Kalau kalian udah ada semua dokumennya, bisa dikirim ke email: consular@indonesian-embassy.de
    Di kasusku, karena aku sudah bawa semua persyaratan pada saat pengambilan sidik jari di Berlin, jadi dokumen2ku langsung diambil oleh pihak konsuler biar prosesnya lebih cepat.

Setelah apply dan bayar biasanya kita menunggu sekitar 4 minggu sampai pihak kepolisian menyampaikan kalau SKCK sudah bisa diambil di Mabes Jakarta. Di kasusku ternyata cuma 2,5 Minggu langsung jadi.

Berhubung pandemi, kita bisa jemput langsung di Mabes (bisa diwakilkan, tapi harus bawa Vollmacht dan bawa hasil antigen test negativ) atau bisa juga minta dikirim ke alamat di Indonesia. Aku minta kirim ke alamat di Jakarta biayanya 50.000 IDR untuk JNEnya.

Nah, setelah sudah diterima SKCKnya (oleh teman atau keluarga di Indonesia), SKCKnya bisa dikirim ke Jerman. Aku pakai DHL standard express. Biayanya 850.000 IDR.

Karena aku pakai DHL, jadi cuma nunggu 2 hari sampai si SKCK tiba di Hamburg.

Harganya ya kalau dibandingin sama buat SKCK langsung di Indonesia si lebih mahal banget ya. Tapi aku dengan layanan baru dari KBRI Berlin ini bisa save waktu dan uang (kalau pulang ke Indonesia kan bayar flight aja ab 450 Euroan).

Semoga informasinya bermanfaat buat yang mau apply SKCK dari Jerman 🙂

Trip ke Istana Neuschwanstein

jalan-jalan alam, istana, danau

Danau Alpsee dekat Istana Hohenschwangau

– lihat air danau yang sangat jelas mentereng itu… serasa punya kaca alam 😊 Karena dapat liburan dari tempat kursus bahasa, aku manfaatkan waktunya untuk mengunjungi München. Dari München kita pergi ke daerah Allgäu untuk mengunjungi istana Neuschwanstein dan Hohenschwangau. Sambil menunggu antrian untuk ke istana Hohenschwangau akhirnya kita memutuskan untuk jalan-jalan di sekitar Alpsee ini.

Foto dengan background Neuschwanstein Schloss

Untuk mengambil foto dengan background istana cantik ini aku pergi ke jembatan gantung yang ada tepat di sebrang istananya. Nama jembatannya adalah Marienbrücke. Letak Neuschwanstein ini diatas istana Hohenschwangau. Jadi kalau kesini jangan lupa kunjungi kedua istananya 😊

Untuk mendaki ke arah istana Neuschwanstein atau jembatan Marienbrücke kita bisa jalan kaki atau sewa delman. Pokoknya seru banget!

Memandang alam yang cantik dan membuat hati damai

sayang sekali kami tidak masuk ke istana Hohenschwangau karena kami lebih memilih masuk ke Neuschwanstein.

istana Hohenschwangau dari luar

Delman untuk mendaki ke istana Neuschwanstein
Alpsee 360°
Miniatur Neuschwanstein
Neuschwanstein 360°
di dalam gereja (lupa namanya)
Kirche dari luar

Menanyakan arah dalam Bahasa Jerman

Tanpa alat transportasi:

A: Entschuldigung, können Sie mir sagen, wo das Haus Nummer 18 ist?

B: Ah, das ist direkt hinter der Kirche. Sie gehen von hier einfach geradeaus und nach der Kreuzung gehen Sie am besten links. Sie werden da die Kirche schon sehen.

A: Super, vielen vielen Dank!

B: Gerne…

Dengan alat transportasi:

Situasi 1

A: Hallo, können Sie mir kurz helfen?

B: Ja, aber schnell. Ich muss noch zur Uni gehen. Mein Bus kommt gleich.

A: Wissen Sie, wo der Marktplatz ist?

B: Ja klar, das ist nur ein paar hundert Meter von hier. Mit dem Auto dauert das aber vielleicht ein bisschen länger. Am besten fahren Sie von hier einfach geradeaus und nach der Ampel direkt rechts abbiegen.

A: Alles klar. Danke! Tschüss!

B: Tschüss!

Situasi 2

B: Mist! Ich hoffe, ich kriege den Bus noch.

C: Hey Bettina, fährst du auch mit dem Bus zur Uni?

B: Hey Clara, Ja – ich habe kein Fahrrad mehr.

C: Weißt du, welchen Bus ich zum Audimax nehmen muss?

B: Also, du fährst von hier mit der Nummer eins und steigst nach drei Haltestellen am Hauptbahnhof um. Da musst du dann mit der Tram Nummer fünf bis zum Audimax weiterfahren. Du steigst dann an der Haltestelle Audimax aus. Das ist am schnellsten.

C. Du kennst dich hier ja ganz gut aus. Dankeschön!

B: Nicht dafür.

Penjelasan:

Kalau mau menanyakan lokasi atau arah kita hanya perlu menanyakan dimana letak destinasi kita.

Kita bisa menggunakan kata tanya: Wo

Wo ist der / die / das …?

Atau kalau mau langsung menanyakan bagaimana kamu bisa sampai di lokasi tujuan kamu, kamu bisa menggunakan kata tanya: Wie

Wie fahre ich / gehe ich von hier zum / zur / nach / in ….?

Jangan lupa, beberapa vocabs berikut ini perlu kamu hapalkan:

rechts = ke kanan

links = ke kiri

geradeaus = lurus

kata-kata diatas bisa kalian tambahkan dengan verbs:

gehen -> gehen Sie rechts.

fahren -> fahren Sie geradeaus.

Kosakata lain yang muncul di contoh dialog dalam tulisan ini adalah:

die Ampel = Lampu lalu lintas

die Kreuzung = persimpangan jalan

der Marktplatz = marketplace / pusat pasar / hanya nama saja

am besten = paling baik

die Uni = die Universität = universitas / kampus

abbiegen = belok

das Audimax = auditorium

sich auskennen = mengenali wilayah

nicht dafür = bukan apa-apa

am schnellsten = tercepat / terpendek

aussteigen = turun (dari kendaraan)

umsteigen = transit

die Tram = tram / kereta di jalan raya

die Haltestelle = bus stop

Pindahan di Jerman

Minggu ini aku bisa share tentang pengalaman aku pindahan dari kota Siegen ke kota Hamburg yang prosesnya sedikit rumit, tapi kalau sabar dan melakukan apa yang harus dilakukan tetap akan berjalan dengan mulus.

Di Jerman ada yang namanya aturan 3 Monate vor dem Auszug. Artinya, kita harus menyerahkan surat pemutusan kontrak apartment kita tiga bulan sebelum kita pindahan.

Setelah kita mengajukan pemutusan kontrak, maka kita akan mendapatkan Bestätigung (surat konfirmasi) yang menyatakan kita bisa atau tidak memutuskan kontrak. Kalau emang gak ada masalah selama tinggal di tempat itu, biasanya kita bisa pindah sesuai waktu. Misalkan mau pindah akhir bulan juli berarti harus memberi surat pemutusan kontrak dari awal April.

Harus diperhatikan lagi pemilik apartment kamu memiliki aturan khusus atau tidak. Di kasus aku contohnya ada Sonderregel (aturan khusus): kita cuma boleh pindah di akhir semester perkuliahan. Banyak yang selesai kuliah bulan Agustus tapi masih harus tinggal satu bulan lagi sampai September karena semester berakhir di bulan September.

Oleh sebab itu aku gak bisa langsung pindah bulan Januari, karena semester aku berakhir bulan Maret. Tapi syukurnya semua berjalan dengan lancar, aku dapat Bestätigung kalau aku bisa pindah di akhir bulan maret.

Karena aku punya lumayan banyak barang-barang yang aku beli selama tinggal di apartemen aku, maka tugas aku sebelum pindah itu adalah get rid of them. Karena kalian harus meninggalkan si kamar sesuai dengan keadaan waktu kalian menerima kamar tersebut, kecuali kalian menemukan penyewa kamar yang langsung pindah ke kamar itu setelah kalian pindah, maka kalian bisa tawarkan si penyewa ini apakah dia mau mengambil alih barang-barang yang kalian punya, kalau mau ya bagus, kalau nggak, berarti kalian tetap harus get rid of your stuff!

Karna aku tidak bisa menemukan Nachmieter atau Nachmieterin (penyewa setelah aku), jadi aku harus menjual atau memberi dengan gratis barang-barang aku ke teman dan tetangga. Bagusnya ada tetangga yang mau beli tempat tidur, tv dan mesin kopi ya. Jadi aku ga perlu pindahan bawa-bawa barang besar. Kursi dan alat-alat rumah tangga lain aku berikan secara gratis kepada teman teman dan orang-orang yang tinggal di satu gedung.

Jangan lupa untuk menanyakan tentang cat atau painting ya. Karena di kasus aku, aku harus mengecat beberapa lokasi di kamar aku. Contohnya diatas kasur bagian kepala dan sisa sisa tempelan di tembok. Biasanya pihak house management akan menyediakan cat dan alat cat. Jadi jangan beli dulu, karena bisa bisa mereka tidak mengizinkan merk lain untuk dipakai untuk mengecat dinding kamar mereka.

Di Jerman pindahan gak punya mobil gampang banget. Kalian tinggal pergi dengan kereta. Usahain kalian bawa maksimal tiga koper. Karena kalau kebanyakan nanti ribet sendiri.

Satu lagi, jangan lupa kalian cek pada saat mau pindah apakah ada sesuatu yang rusak atau tidak terlihat seperti keadaan sebelumnya (pada saat einziehen). Biasanya pihak house management akan memberi kita sebuah protokol yang menunjukan apa saja yang sudah cacat pada saat kita masuk kamar itu dan apa saja yang harus kita maintain pada saat tinggal disitu. Setelah itu kalau semua ok. Kalian jangan lupa menanyakan bagaimana mereka mengurus pemberian Kaution (caution) dan berapa lama kita harus menunggu untuk Kaution itu sampai di rekening kita. Biasanya kalau emang mau balik ke Indonesia atau mau pindah ke negara lain, kalian bisa diprioritaskan.

Satu lagi yang penting banget, jangan lupa tanyakan pada anmeldeamt (catatan sipil di Jerman) apakah kalian harus abmelden (deregister) dari kota itu apa nggak. Di kasus aku tidak perlu, karena aku langsung anmelden (registrasi) di tempat yang baru. Nah kalau mau abmelden atau anmelden jangan lupa kalian cek harus buat Termin (janji) kapan dan harus kirim dokumen kapan.

Segitu dulu untuk blog minggu ini. Salam semangat!

Asrama Mahasiswa di Jerman

Mau tinggal murah di Jerman pada saat kuliah? Jangan lupa daftar diri untuk mendapatkan asrama mahasiswa yang biasanya disediakan oleh pihak universitas.

Biasanya kalian bisa pilih mau shared flat atau yang bentuknya seperti studio. Jadi di satu petak kamar itu sudah ada tempat cuci piring, toilet dan tempat masak. Sesuaikan dengan budget dan keperluan kalian ya…

Harga sewa asrama ini perbulannya berbeda-beda dari satu kampus ke kampus lainnya. Jadi kalau tergantung kotanya juga. Sebelum datang ke Jerman pasti nanti akan diberi brosur informasi oleh pihak uni perihal pencarian tempat tinggal. So, jangan takut 🙂

Aku tinggal di Asrama student kota Siegen yang perbulan berbiaya 400 Euro bersih. Kalau di Jerman namanya warm Miete. Jangan lupa ya, kalau mereka bilang kalt Miete artinya biaya sewa belum termasuk listrik, air dsb ^^

Yuk kita lihat di asrama aku ada fasilitas apa saja:

Dapur komplett

Nah, di gambar pertama kalian bisa lihat dapur saya sudah dilengkapi dengan microwave. Herd atau tempat masaknya pun sudah modern.

Tipp: jangan lupa nyalain penyedot uap dan asap yang ada di atas Herd kalau mau masak (tergantung tingkat sensitivitas dari Rauchmelder kalian), karena kalau ga dinyalain nanti Rauchmelder (pendeteksi ancaman kebakaran) akan menyala dan bisa-bisa satu lantai terganggu. Karena sumpah Rauchmelder nya itu berisik banget.

Lernecke (pojok untuk belajar)

Beberapa langkah dari dapur kita punya Lernecke yang terdiri dari meja, kursi dan lampu belajar. Semuanya difasilitasi oleh asrama.

Belajar ditemani oleh pemandangan dan udara segar itu memang efektiv 😀

Jangan lupa sulap kamar kalian jadi tempat tinggal dan belajar yang paling cocok untuk kalian, karena gak jarang kita gak kebagian tempat duduk di perpustakaan.

Jendela ajaib bisa ditekuk

Di Jerman kita gak perlu buka jendela 100% kalau emang lagi dingin atau kalian lagi ga mau dapat udara dari luar banyak-banyak 🙂

Kita tinggal tekuk aja jendelanya ^^ jujur waktu pertama sampai di Jerman aku kaget dan takut kalau jendelanya rusak. Sampai diketawain Gastfamilie aku 🤣

Pulau mimpi

Nah, gambar selanjutnya adalah gambar dari tempat tidur saya. Oh iya, ini bukan bed yang original dari kamar ya. Aku beli bed ini dari orang yang tinggal disini sebelum aku. Bed dari asrama itu lebih kecil. Kalian kalau mau tukar apa-apa di asrama jangan lupa ya tinggal bilang ke pihak Management asrama nya.

Heizung dan Kleiderschrank

Bahkan lemari pakaian dan shelves untuk perabitan dapur pun sudah included di asrama saya. Wuaaah enak ya gak harus beli apa-apa lagi 😍

Diatas lemari kalian bisa lihat bagaimana si Heizung atau pemanas ruangan disini kelihatannya. Kotak hangat pokoknya kalau lagi kedinginan aku biasa tempelin tanganku ke Heizung ☺️

Heizung di kamar mandi

Biasanya pemanas ruangan di kamar mandi bentuknya lebih indah dari yang di ruang tamu atau kamar tidur 😁

Tempat cuci piring

Biasanya kalau tinggal di asrama tidak ada mesin pencuci piring, jadi kita harus gunakan tangan dari tuhan untuk membersihkan sisa-sisa makanan dan piring 😅

Gedung depan plus Briefkasten

Kebayang ga si capek jadi pengantar pos kalau kotak pos nya sebanyak ini 🙄

Tempat membersihkan segalanya

Kamar mandi disini simple banget. Semua ada di satu ruangan. Uh jangan lupa ya buat lüften biar kamar mandi kalian gak lembab dan gak mendatangkan binatang Silberfische 🐛

Fasilitas lainnya adalah ruang cuci yg ada di basement. Aku ga cantumin karena ga enak di ruangan itu banyak cucian dalaman penghuni-penghuni asrama lainnya. Kalau sepi mungkin bisa aku ambil fotonya 🤭

Okay, mungkin kalian berpikiran mau tinggal di asrama? Silahkan banget. Tapi harus dicatat kalau banyak banget students yang daftar untuk kamar ini dan stay di waiting list. Jadi jangan lupa untuk contact PIC nya ya untuk Anmeldung atau registrasi as early as possible. Last but not least, Asrama seperti ini disebut Studentenwohnheim di Jerman.

Yang masih kepo dengan informasi lain tentang tinggal di Jerman boleh email saya 😇

Teknik Industri di Jerman? Bahas apa saja? Pernah ganti kampus?

Sebelum kita memutuskan kuliah master di Jerman, ada yang perlu kita kethaui, yaitu kesesuaian jurusan bachelor dan master kita. Pertama aku daftar kuliah di Jerman, aku sangat ingin masuk ke jurusan Management atau South East Asian Studies. Aku dapat dua penolakan: dari kampus dan dari Ausländer Behörde.

Aku baru tahu, ternyata pihak kampus sangat meneliti aku waktu di Indonesia ambil modul apa saja. Dari situ baru mereka akan memutuskan, apakah aku layak mendapatkan kuota untuk belajar di kampus mereka. Ausländer Behörde juga ternyata lebih prefer memberi visa kuliah untuk kita yang kuliahnya sejurusan dengan bachelor, karena setelah lulus kita bisa menjadi expert di bidang itu dan pada saat kuliah nanti tidak terlalu struggling bertahun-tahun sampai, kalau kuat, lulus.

Jadi akhirnya aku apply untuk jurusan Teknik Industri (sesuai dengan bachelorku) ke banyak kampus yang tidak menggunakan jasa UNI ASSIST, karena kampus saya belum register untuk dimasukkan ke daftar perguruan tinggi di UNI ASSIST. Akhirnya aku mendapatkan lumayan banyak acceptance letter.

Pertama aku enrolled di kampus TU Clausthal. Sebetulnya Teknik Industri di kampus itu sangat bagus, tapi sayangnya pilihan modul perkuliahan sangat terbatas compared dengan kampus-kampus lain. Akhirnya setelah satu semester di TU Clausthal, aku memutuskan untuk ganti kampus, karena aku tidak cocok dengan kebanyakan modul di kampus tersebut. Buat yang mau tahu info application dan study di TU Clausthal bisa baca lebih jauh disini.

Di TU Clausthal itu menurutku Teknik Industrinya lebih banyak membahas tentang mechanical engineering dan pilihan management units nya sangat limited, plus jumlah ECTS per subject itu sangat sedikit. Aku dulu jujur aja sempat pikir kalau maybe aku akan membutuhkan lebih dari tiga tahun kuliah master disana ^^

So, akhirnya aku mendarat di kampus baru, di Siegen. Disini aku mengambil penjurusan Ergonomi dan Project Management. Di modul Ergonomi aku belajar bagaimana cara mendesign produk yang sesuai dengan peraturan product safety di Jerman. Mata kuliahnya bernama Produktsicherheit. Disini banyak banget belajar hukum tentang bagaimana produk bisa lolos uji keamanan dan step apa saja yang diambil untuk medaftarkan produk, plus undang-undang tentang product safety.

Selain itu aku juga belajar Produktergonomie. Disini fokusnya lebih ke design produk yang sesuai dengan anatomi tubuh manusia secara umum atau general, tergantung customernya siapa. Sebetulnya di Indonesia pernah belajar Ergonomi juga, tapi di Indonesia semua cabang Ergonomi dijadikan satu. Artinya kamu cuma belajar secara umum saja.

Kemudian ada mata kuliah Ergonomi di tempat bekerja dan Ergonomi lingkungan. Aku suka banget kuliah di kampus ini, karena aku betul-betul belajar detail tentang satu modul penjurusan. Dan semua subjectnya itu sangat berhubungan satu sama lain. Setelah itu aku belajar juga applied working science. Ini artinya bagaimana si cara mebuat peraturan atau mengorganisir sebuah pekerjaan agar dia itu tetap on track dengan hukum yang berlaku dan employees tidak mendapatkan risiko kesehatan pada saat bekerja.

Disamping belajar sesuatu yang sangat berhubungan dengan bidang teknik, aku juga mengambil penjurusan Project Management yang sangat detail – ada PM 1 sampai PM 5 –

Kuliah PM ini sangat melelahkan, karena sistemnya satu hari 8 Jam kuliah. Jadi sangat efficient sih kalau dari segi waktu – namanya juga project management. Tapi kalau segi fisik, jujur aja aku dulu sempat kesal karena ko kayaknya maksain banget kelasnya.

Tapi karena dosennya sangat professional dan open to discuss, aku suka juga peruliahannya. PM 1 itu membahas tentang project management secara umum, PM II membahas pembuatan kontrak, hubungan dengan vendor atau perencanaan proyek, PM V kurang lebih seperti PM I sampai IV digabung jadi satu. Nah jadi dulu aku gak ikut semua PM classes (PM 1 – PM 5) karena memang ECTSku sudah penuh dan aku hanya bisa ambil tiga subjects untuk program PM itu.

Selain belajar PM dan Ergonomi, aku juga harus mengikuti kelas dasar teknik: teknik otomasi, teknik mesin elektrik, teknik logistik, technical project dan menggambar teknik dengan software Catia V5.

Nah ko banyak banget si bidang tekniknya? Katanya Tenknik Industri gabungan dari Teknik dan Ekonomi atau Management?

Betul banget, aku juga harus belajar Mikroekonomi lagi (tingkat 2, karena di Indo sudah dapat tingkat 1-nya). Selain itu aku memilih untuk ikut kelas E-Business dan E-Commerce karena memang temanya kan lagi in banget sekarang-sekarang ini. Kemudian aku juga harus mengadakan seminar di bidang digitalisasi untuk trade atau commerce yang berdasarkan research lapangan (interview dengan supermarket-supermarket atau perusahaan trade lain di Jerman (car showroom etc.)). Aku interview orang-orang penting di perusahaan tersebut pakai bahasa Jerman? Pertama-tama agak nervous, tapi yah dijalanin aja ya. Akhirnya aku mendapatkan nilai paling bagus kedua di kelas. Hip Hip Huraaa!!!!

Selain itu kita juga harus melakukan program internship selama min. dua bulan di perusahaan yang bergerak di bidang teknik atau ekonomi (di kampus ada list department apa saja yang boleh kita apply untuk internship). Kalau memang perusahaan yang kamu mau tidak berasal dari bidang teknik dan ekonomi, kamu bisa research apakah posisinya sesuai dengan persyaratan dari kampus. Paling bagus contact Prüfungsamt (Internship office nya kampus) untuk discuss mengenai rencana praktikumnya ya…

Untuk thesis sendiri aku memutuskan untuk menulis di bidang digitalisasi di industri logistik.

Sekian dulu blog tentang perkuliahanku ya. Jika ada interest untuk baca lebih lagi tentang perkuliahan TI di kampusku, kalian bisa request by Email.

Mendapatkan Gastfamilie dan Visa Au-Pair di Masa Pandemi

Minggu ini aku mewawancarai Uni, dan kita bicara tentang pengalaman dia mencari keluarga untuk Au-pair dan mengajukan visa Au-pair di masa pandemi. Untuk proses pencarian Gastfamilie sendiri, Uni menggunakan situs Aupairworld.com dan menerima tawaran Au-pair yang bervariasi. Tapi, karena kendala waktu dan krisis, tidak ada Gastfamilie yang cocok dengan rencana Uni.

Untuk melanjutkan pencarian keluarga Gastfamilie-nya, Uni akhirnya mengontakt beberapa teman Uni yang memang berasala dari Jerman atau sedang tinggal di Jerman. Akhirnya Uni mendapatkan tawaran untuk menjadi Au-pair dari satu Gastfamilie yang tinggal di Bremen. Uni dan keluarga yang satu ini sangat terbuka satu sama lain dengan kondisi pekerjaan dan rencana Uni di Jerman. Karena Uni merasa cocok dengan Gastfamilie-nya, dan waktu itu kebetulan kita sudah bisa buat janji di Embassy untuk pengajuan visa Au-pair, maka Uni menerima tawarannya.

Langkah selanjutnya dari Uni untuk ke Jerman adalah pengajuan visa di Botschaft. Uni sangat beruntung karena bisa menghubungi pekerja bagian visa di Embassy, dan mendapatkan Termin atau janji untuk mengajukan visa di bulan Desember. Dokumen apa saja yang Uni perlukan untuk mengajukan visa?

– Paspor (asli plus kopi dari halaman data diri dan foto)

– Kontrak Au-Pair

– Surat Asuransi

Lebenslauf / CV

– Surat motivasi „kenapa mau jadi Au-Pair?“

Meldebescheinigung dari Gastfamilie

– Pas foto 3 lembar (aturan lihat website Botschaft)

– Formulir pengajuan visa

– Surat perundang-undangan / Belehrungsnachweis (lihat di website Botschaft)

– Sertifikat Bahasa Jerman (min A1) – Uni pakai B1

– Biaya administrasi: Rp. 1.310.000

Jangan lupa urutan dokumennya diperhatikan. Biasanya di Embassy ada informasi mengenai pengurutannya, dan perhatikan fotokopi dokumen-dokumennya harus berapa.

Setelah mengajukan visa, Uni menunggu sekitar 2 minggu sampai visanya bisa dijemput.

Proses pengajuan visa di Embassy:

– Pendaftaran

– Pengurutan dokumen-dokumen jadi 2 rangkap

– Pengecekkan dokumen oleh staff

– Menjawab pertanyaan dari staff: berapa lama tinggal di Jerman? Kenal sama Gastfamilie darimana? Dan pertanyaan dasar lain. Karena Uni sudah 26 tahun, petugas Embassy bertanya kenapa mau tetap apply padahal batas umur Au-pair 27 tahun?

Penjemputan visa:

– Pendaftaran diri dengan bukti kuitansi pembayaran dan paspor

– Pengambilan dilakukan oleh satpam (pelamar menunggu di luar gedung)

Sekarang Uni sedang sibuk packing dan mempersiapkan mental untuk Bremen, Germany…

Uni belajar sampai level A2 di Goethe. Tapi, karena Uni sangat ingin lolos B1, dia minta bantuan belajar bareng native speaker dan aku. Ujian pertama Uni itu bukan B1 tapi Zertifikat B2!

Walaupaun Uni tidak lolos di B2, tapi Uni tidak menyerah untuk belajar lagi dan ikut Zertifikat B1, dan hasilnya sangat memuaskan.

Jadi buat kalian yang lagi belajar Bahasa Jerman, jangan hilang motivasi ya… Kalau kalian ikut satu ujian dan belum lulus, bukan berarti kalian harus putus asa. Itu artinya kalian harus belajar lebih giat lagi. Untuk belajar bahasa Jerman, agar bisa lebih paham Grammatik, disarankan banyak latihan Hören dan Sprechen. Paling bagus sama native speaker atau coba nonton film atau dengar musik dalam Bahasa Jerman.

Kalau kalian ada ide aku harus bahas tema apalagi di blogku, silahkan di komentar ya….

Untuk lihat video interviewnya (karena ini hanya ringkasan), silahkan ditonton videonya 😊masih ada informasi seperti: Uni dibayarin apa saja si sama Gastfamilienya nanti???.

Mengajukan Visa untuk Au-Pair

setiap tahun persyaratan untuk mengajukan visa au-pair di kantor deutsche Botschaft Jakarta itu selalu sedikit berubah dan berdasarkan kasus-kasus individual juga tidak semua sama.

Aku contohnya waktu tahun 2015 masih harus menghadapi yang namanya interview sebagai salah satu proses mendapatkan visa. Tapi, temanku yang mengajukan visa di bulan Desember 2020 malah tidak ada interview sama sekali. Jadi ini sepertinya tergantung si Botschaftnya lagi sibuk atau tidak.

Dulu dokumen-dokumen yang saya sediakan untuk mengajukan visa au-pair adalah:

Okay sekian dulu dari saya, mungkin nanti bisa share pengalaman lainnya. ^^