Sebelum kita memutuskan kuliah master di Jerman, ada yang perlu kita kethaui, yaitu kesesuaian jurusan bachelor dan master kita. Pertama aku daftar kuliah di Jerman, aku sangat ingin masuk ke jurusan Management atau South East Asian Studies. Aku dapat dua penolakan: dari kampus dan dari Ausländer Behörde.
Aku baru tahu, ternyata pihak kampus sangat meneliti aku waktu di Indonesia ambil modul apa saja. Dari situ baru mereka akan memutuskan, apakah aku layak mendapatkan kuota untuk belajar di kampus mereka. Ausländer Behörde juga ternyata lebih prefer memberi visa kuliah untuk kita yang kuliahnya sejurusan dengan bachelor, karena setelah lulus kita bisa menjadi expert di bidang itu dan pada saat kuliah nanti tidak terlalu struggling bertahun-tahun sampai, kalau kuat, lulus.
Jadi akhirnya aku apply untuk jurusan Teknik Industri (sesuai dengan bachelorku) ke banyak kampus yang tidak menggunakan jasa UNI ASSIST, karena kampus saya belum register untuk dimasukkan ke daftar perguruan tinggi di UNI ASSIST. Akhirnya aku mendapatkan lumayan banyak acceptance letter.
Pertama aku enrolled di kampus TU Clausthal. Sebetulnya Teknik Industri di kampus itu sangat bagus, tapi sayangnya pilihan modul perkuliahan sangat terbatas compared dengan kampus-kampus lain. Akhirnya setelah satu semester di TU Clausthal, aku memutuskan untuk ganti kampus, karena aku tidak cocok dengan kebanyakan modul di kampus tersebut. Buat yang mau tahu info application dan study di TU Clausthal bisa baca lebih jauh disini.
Di TU Clausthal itu menurutku Teknik Industrinya lebih banyak membahas tentang mechanical engineering dan pilihan management units nya sangat limited, plus jumlah ECTS per subject itu sangat sedikit. Aku dulu jujur aja sempat pikir kalau maybe aku akan membutuhkan lebih dari tiga tahun kuliah master disana ^^
So, akhirnya aku mendarat di kampus baru, di Siegen. Disini aku mengambil penjurusan Ergonomi dan Project Management. Di modul Ergonomi aku belajar bagaimana cara mendesign produk yang sesuai dengan peraturan product safety di Jerman. Mata kuliahnya bernama Produktsicherheit. Disini banyak banget belajar hukum tentang bagaimana produk bisa lolos uji keamanan dan step apa saja yang diambil untuk medaftarkan produk, plus undang-undang tentang product safety.
Selain itu aku juga belajar Produktergonomie. Disini fokusnya lebih ke design produk yang sesuai dengan anatomi tubuh manusia secara umum atau general, tergantung customernya siapa. Sebetulnya di Indonesia pernah belajar Ergonomi juga, tapi di Indonesia semua cabang Ergonomi dijadikan satu. Artinya kamu cuma belajar secara umum saja.
Kemudian ada mata kuliah Ergonomi di tempat bekerja dan Ergonomi lingkungan. Aku suka banget kuliah di kampus ini, karena aku betul-betul belajar detail tentang satu modul penjurusan. Dan semua subjectnya itu sangat berhubungan satu sama lain. Setelah itu aku belajar juga applied working science. Ini artinya bagaimana si cara mebuat peraturan atau mengorganisir sebuah pekerjaan agar dia itu tetap on track dengan hukum yang berlaku dan employees tidak mendapatkan risiko kesehatan pada saat bekerja.
Disamping belajar sesuatu yang sangat berhubungan dengan bidang teknik, aku juga mengambil penjurusan Project Management yang sangat detail – ada PM 1 sampai PM 5 –
Kuliah PM ini sangat melelahkan, karena sistemnya satu hari 8 Jam kuliah. Jadi sangat efficient sih kalau dari segi waktu – namanya juga project management. Tapi kalau segi fisik, jujur aja aku dulu sempat kesal karena ko kayaknya maksain banget kelasnya.
Tapi karena dosennya sangat professional dan open to discuss, aku suka juga peruliahannya. PM 1 itu membahas tentang project management secara umum, PM II membahas pembuatan kontrak, hubungan dengan vendor atau perencanaan proyek, PM V kurang lebih seperti PM I sampai IV digabung jadi satu. Nah jadi dulu aku gak ikut semua PM classes (PM 1 – PM 5) karena memang ECTSku sudah penuh dan aku hanya bisa ambil tiga subjects untuk program PM itu.
Selain belajar PM dan Ergonomi, aku juga harus mengikuti kelas dasar teknik: teknik otomasi, teknik mesin elektrik, teknik logistik, technical project dan menggambar teknik dengan software Catia V5.
Nah ko banyak banget si bidang tekniknya? Katanya Tenknik Industri gabungan dari Teknik dan Ekonomi atau Management?
Betul banget, aku juga harus belajar Mikroekonomi lagi (tingkat 2, karena di Indo sudah dapat tingkat 1-nya). Selain itu aku memilih untuk ikut kelas E-Business dan E-Commerce karena memang temanya kan lagi in banget sekarang-sekarang ini. Kemudian aku juga harus mengadakan seminar di bidang digitalisasi untuk trade atau commerce yang berdasarkan research lapangan (interview dengan supermarket-supermarket atau perusahaan trade lain di Jerman (car showroom etc.)). Aku interview orang-orang penting di perusahaan tersebut pakai bahasa Jerman? Pertama-tama agak nervous, tapi yah dijalanin aja ya. Akhirnya aku mendapatkan nilai paling bagus kedua di kelas. Hip Hip Huraaa!!!!
Selain itu kita juga harus melakukan program internship selama min. dua bulan di perusahaan yang bergerak di bidang teknik atau ekonomi (di kampus ada list department apa saja yang boleh kita apply untuk internship). Kalau memang perusahaan yang kamu mau tidak berasal dari bidang teknik dan ekonomi, kamu bisa research apakah posisinya sesuai dengan persyaratan dari kampus. Paling bagus contact Prüfungsamt (Internship office nya kampus) untuk discuss mengenai rencana praktikumnya ya…
Untuk thesis sendiri aku memutuskan untuk menulis di bidang digitalisasi di industri logistik.
Sekian dulu blog tentang perkuliahanku ya. Jika ada interest untuk baca lebih lagi tentang perkuliahan TI di kampusku, kalian bisa request by Email.