Modalverben

Di dalam Bahasa Jerman, Modalverben itu berfungsi untuk menyatakan kata harus (müssen, sollen), bisa (können), boleh (dürfen), ingin (wollen, möchten) dan suka (mögen).

Di tabel berikut, kalian bisa lihat bagaimana cara mengkonjugasikan Modalverben berdasarkan Personalpronomen-nya dan jenis Tense-nya:

Sumber: https://deutsch.lingolia.com/en/grammar/verbs/modal-verbs

Nah, sekarang kita coba buat contoh kalimat dengan Modalverben:

1. Hannah möchte morgen Obst im Supermarkt kaufen.

Besok Hannah ingin membeli buah-buahan di supermarket.       

2. Stephanie musste gestern wegen ihrer schlechten Note sehr lange in der Bibliothek lernen.

karena nilai jeleknya , kemarin Stephanie harus belajar sangat lama di perpustakaan.

3. Willst du morgen mit mir spazieren gehen?

Maukah kamu besok pergi jalan santai denganku?

5. Sie sollte ihre Medikamente nehmen.

Dia harus meminum obat-obatannya.

6. Herr Müller darf seit letztem Jahr nicht reisen.

Pak Müller tidak boleh travel sejak tahun lalu.

7. Anita mag die Fleischsuppe vom Restaurant nicht so gern.

Anita tidak terlalu suka sup daging dari restaurant.

8. Mein Bruder konnte damals nicht so gut lesen.

Adik laki-laki saya dulu tidak terlalu bisa baca.

Sekian dulu bahasan tentang Modalverben-nya. Coba latihan buat beberapa kalimat dengan Modalverben sendiri yaaaa.

Motivation Letter untuk Gastfamilie

Buat kalian yang lagi pada pusing dan kehabisan ide bagaimana menulis surat motivasi untuk dikirim ke Gastfamilie, jangan takut, akupun sudah pernah ada di posisi yang sama. Itu wajar! 😁

Dulu aku google sana sini tapi tetap saja perasaan suratnya tidak cocok dengan expectation aku. Kemudian aku coba buat sendiri dengan modal template dari blog-blog atau website-website yang sudah aku kunjungi. Setelah selesai mendapatkan surat mentahnya, aku langsung kontak temanku yang berasal dari Jerman untuk proofreading, karena suratnya sengaja dibuat dalam Bahasa Jerman untuk lebih menarik perhatian Gastfamilie dan meyakinkan mereka kalau aku itu sudah bisalah ya untuk bicara dan menulis dalam Bahasa Jerman yang standardnya sama seperti Beginner level.

Temanku Mba Bente betul-betul baca dengan teliti untuk mendapatkan ide kira-kira apa yang tidak pas dengan suratku itu, apakah ada kesalahan Grammatik, harus ditambah apa, dll. Akhirnya setelah beberapa hari editing letter of motivationnya, aku dan Mba Bente menghasilkan sebuah surat motivasi yang membuat aku dipilih untuk datang ke Bremen. Bremen itu kota yang terletak di dekat Hamburg. Pasti kalian asih asing dengan nama kotanya. 😊

 Nah, kira-kira surat motivasi aku itu terlihat seperti apa sih? Yuk kita baca lebih lanjut tentang struktur suratnya….

1.  Kop surat

Jadi aku membuka suratku dengan keterangan sebagai berikut: Nama lengkap, usia, gender, nationality, bahasa native dan kemampuan bahasa asing. Buat Kop surat ini kita betul-betul tidak mau membuat si Gastfamilie wasting their time untuk baca sesuatu yang panjang. Jadi keep it simple ya!

2. Bagan surat

jadi bagan surat yang aku buat itu berisi keterangan singkat, dimulai dari section ” Hallo liebe Familie”. Disini aku menerangkan aku itu siapa, sedang melakukan apa currently (kuliah, sekolah, etc.). Kemudian dilanjutkan dengan point-point berikut:

– Kenapa mau cari Au-pair untuk periode waktu yang aku pilih?

– Bagaimana sih buat aku pengertian Gastfamilie itu?

– Gambaran kalian itu bagaimana, kalau kalian nanti tinggal sama mereka? Contohnya: mau lakuin apa saja? Masak bareng? gardening bareng? kerjain PR bareng? etc.

– Kira-kira pekerjaan sampingan selain jagain anak yang kita bisa imagine itu apa aja?

– Plus penting banget: Kalimat yang menyatakan kalau aku itu mengharapkan kerja team dalam program Au-pair ini! (Jadi aku sudah kasih keterangan secara halus, kalau aku tidak mau dieksploitasi kalau nanti aku sudah berada di Jerman).

Paragraph atau section kedua di bagan surat aku adalah penjelasan diri sendiri atau section “über mich”. Aku menjelaskan:

– Hobby aku itu apa saja?

– Sekarang sedang belajar bahasa Jerman di level apa dan dimana?

– Kegiatan sampingan selain kerja atau kuliah apa saja?

– Apakah ada kegiatan yang berhubungan dengan menjaga anak kecil atau mengajari anak kecil?

– Beasiswa apa yang aku dapat pada saat itu? (kalau ada)

– Kalimat yang menyatakan kenapa sih pengalaman aku itu cocok untuk Au-pair?

– Harapan aku setelah program Au-pair itu apa?

– Personality aku itu seperti apa sih? Aufgeschlossen kah? Hilfsbereit kah?

– Apakah kamu orangnya bisa hidup independent? buktinya apa? contoh simple: ngekos!

Section selanjutnya di bagan surat aku adalah tentang kenapa sih aku mau menjalani program Au-pair ini? Disini aku menjabarkan:

– Alasan aku mau banget ke Jerman karena dulu internship di Mercedes-Benz dan suka mampir ke Goethe. Itu menjadi motivasi saya mau ke Jerman.

– Kenapa Deutschland adalah negara yang tepat untuk program yang akan kamu lakukan setelah Au-pair nanti?

– Kenapa sih kamu mau belajar Bahasa Jerman lebih dalam dengan ikut Au-pair? Please cari connection sama program yang mau kamu lakukan setelah Au-pair!

– Kenapa sih kamu mau belajar budaya Jerman?

– Terakhir aku cantumkan alasan paling belakang aku, yaitu mau travelling di luar Indonesia, umumnya ke Eropa dan secara khusus Jerman!

P.s.: Di section ini, aku gak ucapkan secara eksplisit lagi pengalaman-pengalamanku dengan anak-anak, karena itu sudah tercantum di section “über mich” dan “Hallo Liebe Familie”. Kalau kalian banyak pengulangan dalam surat, ini menghambat si pembaca untuk tahu lebih jauh tentang kamu! 

3. Informasi-informasi tambahan

Nah, akhirnya suratku sudah hampir selesai. Aku tinggal tambah keterangan “ich suche” dan “Mehr Infos”. 

Untuk keterangan “ich suche”, dia menjelaskan kalian itu mencari Gastfamilie yang ada di kota apa (besar, kecil, atau terserah aja), punya anak idealnya buat kalian berapa (sesuai kapasitas kalian ya), umur anaknya itu bagusnya berapa buat kalian? Jangan kalian gak masukin ya! Nanti kalau pengalaman sama anak-anak bayi belum ada, eh disuruh bantuin urus bayi kamu malah kewalahan dan gak betah tinggal sebagai Au-pair. Jadi usahakan jujur dengan kapasitas sendiri! Aku dulu buat kriteria anak dari umur 2 sampai 12 tahun.

Selanjutnya si keterangan “Mehr Infos” ini menjelaskan:

– Apakah kamu merokok?

– Apakah kamu mau tinggal sama Gastfamilie yang merokok?

– Apakah kamu punya SIM?

– Apakah kamu siap untuk melakukan pekerjaan2 rumah? 

– Apakah kamu ada pengalaman Au-pair sebelumnya?

– Apakah kamu mau mengurus anak yang tidak beruntung? Contoh: dengan kecacatan.

– Apakah kamu mau tinggal dengan keluarga single parent?

4. Keterangan tentang bulan mulai dan lamanya waktu tinggal yang diinginkan juga penting banget! Aku dulu buat dari bulan November 2015 sampai November 2016. Dan durasinya bisa benar 12 bulan atau 24 bulan kalau emang Gastfamilienya mau). 

5. Foto dengan anak kecil: aku mencatumkan foto aku dengan seorang anak yang aku asuh pada saat aku melakukan program sosial di pasar natal Jakarta. Jadi kalau mau cantumin foto jangan lupa dikasih keternagan itu foto tentang apa? kapan? dimana?

 


Ini adalah contoh foto yang saya gunakan dari sekian banyak foto dengan anak-anak yang saya punya 😆

6. Penutup. Pasti surat yang baik harus ditutup dengan baik. Dulu aku menutup surat dengan harapan kalau profile aku bisa cocok dengan kriterianya Gastfamilie! Dan mereka bisa hubungi via apa aja. Jadi untuk penutupan jangan berlebihan ya. Yang simple tapi jelas!

Okay…. Jadi blog kali ini itu dulu yah.. Keriting nih tanganku lama-lama.😏

P.s. : kalau dari kalian ada yang mau dikomentari motivation letternya, tolong kirim saja lewat Email saya ya! Viel Erfolg !!!!

Minggu Pertama di Frankfurt, Jerman

waktu pertama sampai Jerman, tepatnya tanggal 23 Oktober 2015, perasaan yg ada di hati aku cuma excitement. Teman2 di Jerman bilang jangan lupa jaket, syal etc. Tapi saking happynya, kekhawatiran akan musim dingin itu hilang aja. Di Frankfurt aku di Jemput sama Mba Anna Retzer yg aku udah kenal dari Bogor. Culture schock yg pertama itu adalah naik Skyline Bahn dari Airport ke sebuah Bahnhof di kota. Agak lupa sedikit waktu itu naik U-Bahn atau nggak. Tapi aku inget dulu diajak naik Bus sampai ke apartmentnya Anna. 


Skyline Frankfurt Airport: https://www.frankfurtflyer.de/skyline-terminal-zug-in-frankfurt-zwischen-terminal-1-und-2-ist-bis-24-juni-ausser-betrieb/


Contoh Bus di Frankfurt: https://www.fnp.de/frankfurt/frankfurt-hessen-vgf-mercedes-busse-lahm-gelegt-zr-12753294.html

aku bilang Skyline ini culture shock karena di tahun 2015 belum ada Skyline di Jakarta. Terus bus di Jerman itu bersih dan cantik. Aku kuliah di Jakarta paling sering pakain Kopaja, atau paling bagus pakai Transjakarta. Tapi kan Transjakarta itu ya amburadul juga. Pokoknya pas pertama naik bus di Frankfurt aku amazed gitu si ko bisa sebersih dan sekosong itu busnya. 

Setelah itu aku tinggal di tempat Anna untuk 2 malam. Untuk malam pertama aktivitas kita adalah masak Bratwurst dan Salat. Waktu belajar bahasa Jerman di buku2 itu selalu diceritain how the Germans really love Wurst and Salat! Dan waktu itu aku ada di Jerman dengan Wurst dan Salat, plus ditemani oleh program TV namanya Tatort which is really German!!! Aku itu waktu belajar bahasa Jerman pertama kali suka banget baca buku2 crime series untuk anak2 yg disediakan Goethe Jakarta. Kebanyakan orang Jerman itu suka banget sama Krimi!!!

Tatort Münster: https://www.watson.de/unterhaltung/tv/281792592-tatort-muenster-ard-star-verlaesst-beliebtestes-ermittler-team

Di malam yg kedua Anna undang satu temannya bernama Clara. Kita masak bareng dan pada malam itu aku dibawa ke satu Party di dekat tempat Anna. Waaahhh, di buku Deutsch itu mereka selalu buat contoh “ich gehe zur Party”. Ternyata disini Party gehen itu emang sudah jadi culture tersendiri. Bisa Party di Club, di rumah dengan housemates, atau di Asrama (Studentenwohnheim) dengan teman2 kuliah. Wajib dicoba!, kita gak perlu minum alkohol kalau gak mau. Disini makan2 plus ngobrol2 sama orang2 banyak pun dibilang party! ^^ Security staff di Clubnya was a bit impolite gitu. Jadi Anna marah banget dan said bad things to him. Ahhh that night was super memorable!



Lagi joget di Frankfurt^^

Di hari ketiga Anna membawa aku ke local market yang ada dicity centre Frankfurt. Culture schocknya adalah di Frankfurt itu ada bagian kota yang full of high buildings, tapi ada juga bagian kota yang full of traditional houses. Jadi terasa seperti di Eropa di zaman dulu ^^ Walaupun aku bilang pasar, tapi pasar di Jerman itu agak beda dengan di Indonesia (as I expected). Setelah jalan2 di pasar, kita bertemu temannya Anna (I forgot her name). Kita ke Cafe untuk minum sesuatu dan gak lupa mengunjungi Universitas Frankfurt! I love uni! Dan waktu ada di dalam satu kampus Uni Frankfurt ini aku betul2 punya keinginan untuk bertekad untuk mencoba kuliah di Jerman setelah Aupair nanti. 


Foto di dekat uni Frankfurt dengan tas pemberian kakak aku di Bogor 🙂


Sarapan di Frankfurt, Yummy!

Setelah itu aku harus pergi ke Bremen untuk program Aupair sendiri


Akhirnya naik kereta Jerman^^

Culture shock yg paling buat aku wow adalah Autumn!!

Pinjam Jaket Winternya Mba Anna:D

Sampai sekarang Autumn (Herbst) masih jadi season favoritku!!

Udah ya itu dulu. Nanti lanjut lagi dengan story2 lain di Bremen.

Persiapan Kuliah Master di Jerman

aku mau cerita pengalamanku daftar kuliah di Jerman tanpe Uniassist. Aku mulai persiapan pendaftaran kuliah pada saat aku pegang visa Studienvorbereitung. Karena aku mau daftar untuk program Master dalam bahasa Jerman dan Inggris, jadi aku pikir translation ijazahku kedalam bahasa Inggris pasti penting. Akhirnya aku translate ijazah dan transkripku ke penerjemah tersumpah Indonesian – English. Biayanya lumayan terjangkau dan kerjanya cepat banget. Kalau mau translate Bahasa Indonesia ke English silahkan hubungi Frau Brigitte Brügge:

Brigitte Brügge 030-5419741 (Office)
0176 2208 6826 (Mobile)
+49-30- 24720647 (Fax)
bbruegge@gmx.de

Pada saat persiapan pendaftaran kuliah, aku coba cek kampus-kampus yang tidak membutuhkan Uniassist, karena data kampusku belum diupdate di databank Anabin. Yang mau cek kampusnya ada di databank Anabin atau nggak, silahkan click:

https://anabin.kmk.org/anabin.html

Aku menggunakan website berikut ini untuk filter program master yang aku cari dan kampus yang aku suka:
https://www2.daad.de/deutschland/studienangebote/studiengang/en/
https://www.hochschulkompass.de/home.html
https://www.studis-online.de/StudInfo/studieren.php

dan tentunya kalian bisa langsung cek website dari masing-masing Uni yang kalian suka kalau kalian sudah ada list sendiri mau masuk Uni mana.

Salah satu persyaratan untuk mendapat visa Studienvorbereitung adalah intensiv Sprachkurs. Aku dulu ambil kelas C1 di Hamburg di University Service. Sekolah ini recommended banget, karena dari segi biaya cukup murah dan kursusnya cukup intensiv. Staff-staff di UNS pun baik dan tahu kalau kalian mau kuliah di Jerman, jadi mereka juga selalu beri saran bagaimana untuk lulus ujian C1 dll.
Kalau kalian berminat, silahkan dicek website UNS:

https://www.unsgermany.de/

Waktu penantian letter of acceptance (LoA) dari kampus pada saat itu 3 – 4 Minggu setelah pendaftaran ditutup. Aku dulu kuliah Teknik Industri di Technical University of Clausthal selama 1 semester (Summer). Disana enaknya banyak orang indonesia jadi kalian langsung dapat anyak teman. Tapi gak enaknya, kota sangat kecil dan sedikit membosankan.

Saran yang penting banget!!!: Jangan lupa baca Modulhandbuch dan Beschreibung dari jurusan yang kamu mau ya! Aku ganti kampus karena expectation aku berbeda dengan realita yang ada di kampus. Tapi kalau kalian mau lihat2 kampus TU Clausthal, boleeeeeh:

https://www.tu-clausthal.de/

Sekarang aku kuliah jusrusan (masih) teknik industri di kampus Uni Siegen. Aku cukup puas dengan kotanya, karena lokasi yang strategis. Siegen terletak di negara bagian Nordrhein-westfalen. Cologne dan Bonn hanya 1,5 hour away from Siegen! Kalau mau kunjungi websitenya, silahkan:

https://www.uni-siegen.de/start/

Semua dokumen pendaftaran aku kirim lewat pos. Kalau kita diterima oleh kampus, maka kita akan dapat Zulassungbescheid plus Immatriculation instruction. Kalau kita ditolak, kita akan dapat Ablehnungsbescheid plus dokumen2 yang kita kirim akan dikembalikan.

Sekian dari saya….

selamat mendaftar kuliah!!



Au-pair di Bremen, Jerman

pengalamanku jadi Aupair dimulai dari tahun 2015. Aku inget banget pada saat itu aku lagi ngurusin skripsi selagi aku cari2 hostfamily, hecticnya minta ampuuun. Akhirnya aku dapat keluarga untuk Aupair dari Aupairworld. Website ini benar2 simple dan user friendly banget. Harus dicoba! Tapi, agak sedikit tricky buat cowok2 yang mau Aupair, karena Aupairworld lebih prefer cewek. Tapi hell yaaa, aku dapat keluarga ko. hahahahaha

Setahun aku habiskan hidup sebagai Aupair di keluarga Veltwisch di Bremen, Niedersachsen, Germany! aku kerja sebagai asisten, teman dan (maybe) papa mereka. Aku bilang papa karena anak yang paling kecil (Laurenz) keceplosan panggil aku papa terus! (kabayang gak happynya gimana) kita dekat banget sampai emosi sebagai keluarga itu benar2 ada!

Well, basically tugas utama aku adalah asistenin Laurenz. Dia 6 tahun tapi karena broken family, jadi dia agak kurang diperhatiin gitu. Of course sang ibu mau banget lebih banyak perhatiin anak2nya tapi dia harus kerja, kerjanya shift2an lagi, terus di rumah juga harus ngerjain household responsibilities, pluuuuus dia juga kuliah. Kebayangkan gimana hecticnya hidup wonder woman ini? Ibu Veltwisch ini benar2 baik dan gaul. Dia punya prinsip hidup itu jangan disesali dan jangan terlalu konservativ (harus relaxed dan chill aja). Pokokny apanutan bangetttt!

Setiap hari aku antar Laurenz ke TK (Kindergarten). Luckily, TKnya dekat banget sama rumah kita, jadi kita gak perlu naik2 angkutan umum. Kadang kita naik sepeda ke sekolah atau jalan kaki aja. Jalan kaki lebih berkesan karena banyak obrolan lucu sama Laurenz on the way to school!
Disamping pergi ke sekolah biasa, Laurenz juga pergi ke sekolah khusus untuk pronunciation (dia gak bisa pronunce beberapa kata dengan baik). Kalau Laurenz diundang ke pesta Ultah atau di sekolah ada acara2 khusus yang melibatkan orang tua, aku biasanya ikut datang! seru bangeeeet, jadi kenal banyak orang.

Okay that’s it all for now ya! aku nanti lanjut tulisan ini lagi setalah aku beres persiapan ujian akhir 😀

See yaaa!

Spring 2020

Hey Mannesia, ayo mulai nulis kenangan-kenangan (baik bagus maupun buruk) di tahun 2020 ini!
Okay firstly, bulan Januariku dimulai dengan sangat manis, karena aku sampai di Jerman dengan selamat setelah tiga bulan melakukan internship di Bogor, pluuuuus liburan kecil-kecilan di negara tersayang (Indonesia). Pada saat sampai di Hamburg, suasana disini sebenarnya masih baik-baik saja. Beberapa orang sudah berbicara sana sini tentang Covid, tapi belum ada yang terkena virus ini. Dibandingkan dengan situasi saat ini… oh my…. banyak yang sudah meninggal bahkan karena virus ini. Lockdown pun diterapkan secara bertahap di Jerman, dan peraturan baru dibuat untuk membantu mencegah penyebaran virus ini, contohnya: harus pakai masker di tempat belanja atau keramaian, harus jaga jarak minimal 2 m, di restaurant harus isi buku tamu dll. Tapi aku gak mau bicara tentang Corona nih…. back to me! Saat ini aku sedang menulis thesisku yang berkaitan dengan behavioral study dalam hal delivery service tanpa si customers harus ada di rumah dsb. Hari ini (Sabtu, 22.05.2020), aku mulai nulis thesis lagi setelah satu hari istirahat ngerjain hal lain (persiapan ujian). Kemarin gak bisa langsung tidur… mau tidur jam 12 a.m. biar paginya segar, eh ternyata malah tidur jam 2 a.m, memang ya persiapan ujian itu bikin stressed. Hari ini bangun tidur jam 10 pagi dan langsung sarapan plus mandi (biar sebelum mandi bisa langsung gosok gigi). Then, aku mulai nulis thesis dari jam 11 sampai jam 13:30 an (karena perutku sudah mulai merengek minta diisi). Aku masak pasta dengan bolognese sauce plus mushrooms. Pastinya bon cabe gak lupa.

Next, aku mau mulai nulis lagi, tapi mataku panas banget dan aku merasa lemas sebanget-bangetnya. Tapi, Max dan aku main LoL (League of Legend) dulu sebelum aku memutuskan untuk tidur siang. Rencananya mau tidur siang, tapi aku gak tidur-tidur (bingung harus ngapain). Pada saat melirik meja dapur, aku baru ingat kalau aku harus belanja (di kulkas tinggal satu paprika dan Mayonaise aja). Begitulah hidup mahasiswa yaaaa. merasa related kah? Mau belajar tapi banyak tugas-tugas lain yang harus dikerjakan plus badan biasanya kurang fit (walaupun udah tidur cukup). Pfft. Berhubung hari ini masih hangat banget cuacanya (kira-kira 25°C), aku cuma pakai T-Shirt kesukaan dan celana jogger ke Lidl (supermarket). Pas belanja aku hampir lupa kalau aku harus beli toilet paper. Barang satu ini tuh gak tahu kenapa gampang banget hilang di ingatanku! Oh iya, aku juga beli es krim banyak banget buat seminggu ini! sore ini kayanya aku mau masak sandwich isi (pakai keju dan ham). hari ini aku niatkan untuk lanjut nulis thesis dan malamnya belajar untuk oral exam yang buat aku nervous banget! help help…

Okay, blog pertama itu aja ya. Wish us have a great day!

 ini adalah tempat suci. Bisa seharian duduk disini…..

 Outfit belanja hari ini… pakai long sleeves karena agak berangin diluar

 Kulkasku sudah terisi akhirnya (walaupun secukupnya) 🙂