Minggu ini aku bisa share tentang pengalaman aku pindahan dari kota Siegen ke kota Hamburg yang prosesnya sedikit rumit, tapi kalau sabar dan melakukan apa yang harus dilakukan tetap akan berjalan dengan mulus.
Di Jerman ada yang namanya aturan 3 Monate vor dem Auszug. Artinya, kita harus menyerahkan surat pemutusan kontrak apartment kita tiga bulan sebelum kita pindahan.
Setelah kita mengajukan pemutusan kontrak, maka kita akan mendapatkan Bestätigung (surat konfirmasi) yang menyatakan kita bisa atau tidak memutuskan kontrak. Kalau emang gak ada masalah selama tinggal di tempat itu, biasanya kita bisa pindah sesuai waktu. Misalkan mau pindah akhir bulan juli berarti harus memberi surat pemutusan kontrak dari awal April.
Harus diperhatikan lagi pemilik apartment kamu memiliki aturan khusus atau tidak. Di kasus aku contohnya ada Sonderregel (aturan khusus): kita cuma boleh pindah di akhir semester perkuliahan. Banyak yang selesai kuliah bulan Agustus tapi masih harus tinggal satu bulan lagi sampai September karena semester berakhir di bulan September.
Oleh sebab itu aku gak bisa langsung pindah bulan Januari, karena semester aku berakhir bulan Maret. Tapi syukurnya semua berjalan dengan lancar, aku dapat Bestätigung kalau aku bisa pindah di akhir bulan maret.
Karena aku punya lumayan banyak barang-barang yang aku beli selama tinggal di apartemen aku, maka tugas aku sebelum pindah itu adalah get rid of them. Karena kalian harus meninggalkan si kamar sesuai dengan keadaan waktu kalian menerima kamar tersebut, kecuali kalian menemukan penyewa kamar yang langsung pindah ke kamar itu setelah kalian pindah, maka kalian bisa tawarkan si penyewa ini apakah dia mau mengambil alih barang-barang yang kalian punya, kalau mau ya bagus, kalau nggak, berarti kalian tetap harus get rid of your stuff!
Karna aku tidak bisa menemukan Nachmieter atau Nachmieterin (penyewa setelah aku), jadi aku harus menjual atau memberi dengan gratis barang-barang aku ke teman dan tetangga. Bagusnya ada tetangga yang mau beli tempat tidur, tv dan mesin kopi ya. Jadi aku ga perlu pindahan bawa-bawa barang besar. Kursi dan alat-alat rumah tangga lain aku berikan secara gratis kepada teman teman dan orang-orang yang tinggal di satu gedung.
Jangan lupa untuk menanyakan tentang cat atau painting ya. Karena di kasus aku, aku harus mengecat beberapa lokasi di kamar aku. Contohnya diatas kasur bagian kepala dan sisa sisa tempelan di tembok. Biasanya pihak house management akan menyediakan cat dan alat cat. Jadi jangan beli dulu, karena bisa bisa mereka tidak mengizinkan merk lain untuk dipakai untuk mengecat dinding kamar mereka.
Di Jerman pindahan gak punya mobil gampang banget. Kalian tinggal pergi dengan kereta. Usahain kalian bawa maksimal tiga koper. Karena kalau kebanyakan nanti ribet sendiri.
Satu lagi, jangan lupa kalian cek pada saat mau pindah apakah ada sesuatu yang rusak atau tidak terlihat seperti keadaan sebelumnya (pada saat einziehen). Biasanya pihak house management akan memberi kita sebuah protokol yang menunjukan apa saja yang sudah cacat pada saat kita masuk kamar itu dan apa saja yang harus kita maintain pada saat tinggal disitu. Setelah itu kalau semua ok. Kalian jangan lupa menanyakan bagaimana mereka mengurus pemberian Kaution (caution) dan berapa lama kita harus menunggu untuk Kaution itu sampai di rekening kita. Biasanya kalau emang mau balik ke Indonesia atau mau pindah ke negara lain, kalian bisa diprioritaskan.
Satu lagi yang penting banget, jangan lupa tanyakan pada anmeldeamt (catatan sipil di Jerman) apakah kalian harus abmelden (deregister) dari kota itu apa nggak. Di kasus aku tidak perlu, karena aku langsung anmelden (registrasi) di tempat yang baru. Nah kalau mau abmelden atau anmelden jangan lupa kalian cek harus buat Termin (janji) kapan dan harus kirim dokumen kapan.
Segitu dulu untuk blog minggu ini. Salam semangat!













