Bekerja sebagai Health and Safety Expert di Jerman

Sudah lama aku gak posting lagi. Karena bulan-bulan yang lalu sangat padat sekali untuk new comer di dunia kerja seperti aku. Sekarang aku mau coba ringkas ni pengalaman minggu minggu pertama aku sebagai pemula di dunia kerja sebagai Health and Safety Expert.

Setelah lama menunggu, akhirnya aku bekerja juga di bidang yang aku memang dari dulu sudah sangat minati. Helath and Safety Expert kalau di Indonesia itu seperti ahli K3. Ruang pekerjaan aku mencakup manajemen dan pencegahan kecelakaan di tempat kerja dan manajemen kesehatan di tempat kerja. Tapi tak cuma itu, aku juga membuat petunjuk-petunjuk keamanaan untuk menjalankan atau mengoperasikan mesin atau kendaraan contoh lainnya. Untuk mencegah kecelakaan dan keluhan kesehatan di lingkungan perusahaan, tentunya dasar-dasar ergonomi juga sangat penting untuk bisa melakukan tugas-tugas ku dengan baik.

Di bulan atau minggu-minggu pertama ini aku mengambil alih tugas dokumentasi kecelakaan kerja, preparation kotak-kotak K3, kontrol bukti 3G (divaksin, sudah sembuh, sudah ditest) berhubungan dengan Covid19, membuat penyuluhan keamanan dalam mengendarai mobil-mobil elektrik, pengenalan daerah-daerah sensitif di bandara (karena kebetulan perusahaan ini berada di wilayah bandara), pengenalan proses-proses logistik di production hall dan aktualisasi statistik kecelakaaan kerja.

Of course itu diluar tugas-tugas sampingan atau kecil yang harus aku lakukan dan kalau aku udah bekerja agak lama disini, pasti aku akan dapat lebih banyak lagi tugas-tugas dan tanggung jawab. Aku excited banget pokoknya menyambut challenge yang akan datang seiring berjalannya waktu.

Di periode kerja kedepannya aku akan banyak mengikuti kursus atau pelatihan-pelatihan yang ditujukan untuk pemula di bidang K3 ini. Tahun depan contohnya aku akan melakukan sertifikasi internasional ahli K3. Untungnya perusahaanku sangat baik, karena biaya sertifikasi ini ditanggung oleh perusahaan. Kalau bayar sendiri bisa sampai lebih dari 10.000 Euro an 😭

Aku sangat puas dengan perusahaan ini. Banyak fasilitas kantor yang bisa kita nikmati dengan gratis dan mudah, biaya tiket per bulan dibayarin sampai 70%, terus yang paling penting : para kolega yg senior atau baru semuanya baik dan ramah. Culture nya juga di perusahaan ini samgat kekeluargaan. Atasanku juga selalu memberi inputs yang constructive ke aku dan karakter dia membuat aku tidak sungkan untuk memberi masukan ke atasan. Masalah gaji aku ga bisa ngegerutu, soalnya buat fresh graduates udah bagus banget jumlahnya.

Kalau kalian mau tau lebih tentang aku dan pekerjaanku, silahkan komen atau kirim email ya.

Salam, candra

Membuat SKCK (Führungszeugnis) Indonesia dari KBRI Berlin

Kamu disuruh melampirkan SKCK di lamaran kerja kamu di Jerman, atau disiruh melampirkan SKCK untuk proses Anerkennung? Pertama pas dengar SKCK pasti kita bertanya “kok, udah di Jerman tapi diminta SKCK dari kepolisian Indonesia?”.

Waktu aku mendapatkan offer untuk bekerja, akupun kaget banget. Mana lagi pandemi, terus di Indo angkanya lagi naik, pokoknya lagi gak kepikiran buat pulang ke Indo. Tapi kalau gak ada SKCK ini nanti aku gak dapat offernya.

Akhirnya aku tanya sana sini dan luckily aku dapat info kalau KBRI Berlin menawarkan service pembuatan SKCK dari Berlin. Langsunglah aku tanya pihak KBRInya. Pokoknya petugas bidang Konsulernya ramah banget. Dia kasih aku link dimana aku bisa lihat persyaratan untuk apply SKCK dari Belrin apa aja, dan prosesnya itu bagaimana kalau kita belum punya sidik jari dsb.

linknya ini ya: https://kemlu.go.id/berlin/id/pages/surat_keterangan/290/about-service

Pokoknya lihat point ke 18!

Jadi aku langsung rangkum disini aja syarat2nya kalau kalian malas open linknya:

  1. Harus sudah lapor diri. Kalau belum, lapor sekarang di websitenya: lapor diri.
  2. Isi formulir pendaftaran: Formulir.
  3. KTP (fotocopy).
  4. Paspor yang masih berlaku (fotocopy, tapi pas ke KBRI bawa yg aslinya juga ya).
  5. Kartu keluarga (fotocopy).
  6. Akta lahir (fotocopy).
  7. Ijazah akhir (fotocopy) *aku sih cantumin yg Bachelor dan yg Master juga, plus aku siapin ijazah SMA, in case ditanya tiba2.
  8. Aufenthaltskarte / Visum / Izin tinggal di Jerman (fotocopy)
  9. Pas foto 4 x 6 (Background harus merah!!).
  10. Mengisi formulir permohonan SKCK. Download satu bundel formulirnya disini.
  11. Sudah ada rumus sidik jari untuk isi formulir yg ada di No. 10. Kalau belum ada rumus sidik jari, bisa datang ke KBRI untuk pengambilan sidik jari di tempat. Perhatikan waktu buka KBRInya yaaaa. Dan paling baik EMail pihak Konsuler kalau kalian mau datang ke KBRI untuk ambil sidik jari, agar pegawai yg disana sudah prepare dan kenal kita sedikit.
  12. Mengisi kartu TIK (ada di bundel point 10 diatas).
  13. Mengisi daftar pertanyaan di formulir SKCK (ada di bundel point 10 diatas)
  14. Membuat surat permohonan. Sebetulnya tinggal isi data diri dan tanda tangan aja, karena suratnya ada di bundel no. 10.
  15. Membawa SKCK lama bagi yang sudah pernah punya. Di kasus aku, SKCK lamaku di Indo jadi gak apa2 gak dibawa ke Berlin juga. Tapi kalau memang punya kamu ada di Jerman, dibawa yaaa.
  16. Bukti lapor diri (fotocopy). Ini adalah 1 lembar paling belakang yg ada di paspor biasanya, yg dibuat oleh KBRI / KJRI setelah kita lapor diri.
  17. Biaya (sesuai tarif di Indo saat ini). Aku buat bulan Juli 2021, harganya 110.000 IDR (rincian untuk apa ajanya akan dikirim per Whatsapp). Biaya ini langsung di transfer ke pihak kepolisian di Indo. Setelah apply di Berlin nanti akan ada yg kontak kita dari Indonesia minta pembayaran SKCK.
  18. Kalau kalian udah ada semua dokumennya, bisa dikirim ke email: consular@indonesian-embassy.de
    Di kasusku, karena aku sudah bawa semua persyaratan pada saat pengambilan sidik jari di Berlin, jadi dokumen2ku langsung diambil oleh pihak konsuler biar prosesnya lebih cepat.

Setelah apply dan bayar biasanya kita menunggu sekitar 4 minggu sampai pihak kepolisian menyampaikan kalau SKCK sudah bisa diambil di Mabes Jakarta. Di kasusku ternyata cuma 2,5 Minggu langsung jadi.

Berhubung pandemi, kita bisa jemput langsung di Mabes (bisa diwakilkan, tapi harus bawa Vollmacht dan bawa hasil antigen test negativ) atau bisa juga minta dikirim ke alamat di Indonesia. Aku minta kirim ke alamat di Jakarta biayanya 50.000 IDR untuk JNEnya.

Nah, setelah sudah diterima SKCKnya (oleh teman atau keluarga di Indonesia), SKCKnya bisa dikirim ke Jerman. Aku pakai DHL standard express. Biayanya 850.000 IDR.

Karena aku pakai DHL, jadi cuma nunggu 2 hari sampai si SKCK tiba di Hamburg.

Harganya ya kalau dibandingin sama buat SKCK langsung di Indonesia si lebih mahal banget ya. Tapi aku dengan layanan baru dari KBRI Berlin ini bisa save waktu dan uang (kalau pulang ke Indonesia kan bayar flight aja ab 450 Euroan).

Semoga informasinya bermanfaat buat yang mau apply SKCK dari Jerman 🙂