Motivation Letter untuk Gastfamilie

Buat kalian yang lagi pada pusing dan kehabisan ide bagaimana menulis surat motivasi untuk dikirim ke Gastfamilie, jangan takut, akupun sudah pernah ada di posisi yang sama. Itu wajar! ๐Ÿ˜

Dulu aku google sana sini tapi tetap saja perasaan suratnya tidak cocok dengan expectation aku. Kemudian aku coba buat sendiri dengan modal template dari blog-blog atau website-website yang sudah aku kunjungi. Setelah selesai mendapatkan surat mentahnya, aku langsung kontak temanku yang berasal dari Jerman untuk proofreading, karena suratnya sengaja dibuat dalam Bahasa Jerman untuk lebih menarik perhatian Gastfamilie dan meyakinkan mereka kalau aku itu sudah bisalah ya untuk bicara dan menulis dalam Bahasa Jerman yang standardnya sama seperti Beginner level.

Temanku Mba Bente betul-betul baca dengan teliti untuk mendapatkan ide kira-kira apa yang tidak pas dengan suratku itu, apakah ada kesalahan Grammatik, harus ditambah apa, dll. Akhirnya setelah beberapa hari editing letter of motivationnya, aku dan Mba Bente menghasilkan sebuah surat motivasi yang membuat aku dipilih untuk datang ke Bremen. Bremen itu kota yang terletak di dekat Hamburg. Pasti kalian asih asing dengan nama kotanya. ๐Ÿ˜Š

 Nah, kira-kira surat motivasi aku itu terlihat seperti apa sih? Yuk kita baca lebih lanjut tentang struktur suratnya….

1.  Kop surat

Jadi aku membuka suratku dengan keterangan sebagai berikut: Nama lengkap, usia, gender, nationality, bahasa native dan kemampuan bahasa asing. Buat Kop surat ini kita betul-betul tidak mau membuat si Gastfamilie wasting their time untuk baca sesuatu yang panjang. Jadi keep it simple ya!

2. Bagan surat

jadi bagan surat yang aku buat itu berisi keterangan singkat, dimulai dari section ” Hallo liebe Familie”. Disini aku menerangkan aku itu siapa, sedang melakukan apa currently (kuliah, sekolah, etc.). Kemudian dilanjutkan dengan point-point berikut:

– Kenapa mau cari Au-pair untuk periode waktu yang aku pilih?

– Bagaimana sih buat aku pengertian Gastfamilie itu?

– Gambaran kalian itu bagaimana, kalau kalian nanti tinggal sama mereka? Contohnya: mau lakuin apa saja? Masak bareng? gardening bareng? kerjain PR bareng? etc.

– Kira-kira pekerjaan sampingan selain jagain anak yang kita bisa imagine itu apa aja?

– Plus penting banget: Kalimat yang menyatakan kalau aku itu mengharapkan kerja team dalam program Au-pair ini! (Jadi aku sudah kasih keterangan secara halus, kalau aku tidak mau dieksploitasi kalau nanti aku sudah berada di Jerman).

Paragraph atau section kedua di bagan surat aku adalah penjelasan diri sendiri atau section “รผber mich”. Aku menjelaskan:

– Hobby aku itu apa saja?

– Sekarang sedang belajar bahasa Jerman di level apa dan dimana?

– Kegiatan sampingan selain kerja atau kuliah apa saja?

– Apakah ada kegiatan yang berhubungan dengan menjaga anak kecil atau mengajari anak kecil?

– Beasiswa apa yang aku dapat pada saat itu? (kalau ada)

– Kalimat yang menyatakan kenapa sih pengalaman aku itu cocok untuk Au-pair?

– Harapan aku setelah program Au-pair itu apa?

– Personality aku itu seperti apa sih? Aufgeschlossen kah? Hilfsbereit kah?

– Apakah kamu orangnya bisa hidup independent? buktinya apa? contoh simple: ngekos!

Section selanjutnya di bagan surat aku adalah tentang kenapa sih aku mau menjalani program Au-pair ini? Disini aku menjabarkan:

– Alasan aku mau banget ke Jerman karena dulu internship di Mercedes-Benz dan suka mampir ke Goethe. Itu menjadi motivasi saya mau ke Jerman.

– Kenapa Deutschland adalah negara yang tepat untuk program yang akan kamu lakukan setelah Au-pair nanti?

– Kenapa sih kamu mau belajar Bahasa Jerman lebih dalam dengan ikut Au-pair? Please cari connection sama program yang mau kamu lakukan setelah Au-pair!

– Kenapa sih kamu mau belajar budaya Jerman?

– Terakhir aku cantumkan alasan paling belakang aku, yaitu mau travelling di luar Indonesia, umumnya ke Eropa dan secara khusus Jerman!

P.s.: Di section ini, aku gak ucapkan secara eksplisit lagi pengalaman-pengalamanku dengan anak-anak, karena itu sudah tercantum di section “รผber mich” dan “Hallo Liebe Familie”. Kalau kalian banyak pengulangan dalam surat, ini menghambat si pembaca untuk tahu lebih jauh tentang kamu! 

3. Informasi-informasi tambahan

Nah, akhirnya suratku sudah hampir selesai. Aku tinggal tambah keterangan “ich suche” dan “Mehr Infos”. 

Untuk keterangan “ich suche”, dia menjelaskan kalian itu mencari Gastfamilie yang ada di kota apa (besar, kecil, atau terserah aja), punya anak idealnya buat kalian berapa (sesuai kapasitas kalian ya), umur anaknya itu bagusnya berapa buat kalian? Jangan kalian gak masukin ya! Nanti kalau pengalaman sama anak-anak bayi belum ada, eh disuruh bantuin urus bayi kamu malah kewalahan dan gak betah tinggal sebagai Au-pair. Jadi usahakan jujur dengan kapasitas sendiri! Aku dulu buat kriteria anak dari umur 2 sampai 12 tahun.

Selanjutnya si keterangan “Mehr Infos” ini menjelaskan:

– Apakah kamu merokok?

– Apakah kamu mau tinggal sama Gastfamilie yang merokok?

– Apakah kamu punya SIM?

– Apakah kamu siap untuk melakukan pekerjaan2 rumah? 

– Apakah kamu ada pengalaman Au-pair sebelumnya?

– Apakah kamu mau mengurus anak yang tidak beruntung? Contoh: dengan kecacatan.

– Apakah kamu mau tinggal dengan keluarga single parent?

4. Keterangan tentang bulan mulai dan lamanya waktu tinggal yang diinginkan juga penting banget! Aku dulu buat dari bulan November 2015 sampai November 2016. Dan durasinya bisa benar 12 bulan atau 24 bulan kalau emang Gastfamilienya mau). 

5. Foto dengan anak kecil: aku mencatumkan foto aku dengan seorang anak yang aku asuh pada saat aku melakukan program sosial di pasar natal Jakarta. Jadi kalau mau cantumin foto jangan lupa dikasih keternagan itu foto tentang apa? kapan? dimana?

ย 


Ini adalah contoh foto yang saya gunakan dari sekian banyak foto dengan anak-anak yang saya punya ๐Ÿ˜†

6. Penutup. Pasti surat yang baik harus ditutup dengan baik. Dulu aku menutup surat dengan harapan kalau profile aku bisa cocok dengan kriterianya Gastfamilie! Dan mereka bisa hubungi via apa aja. Jadi untuk penutupan jangan berlebihan ya. Yang simple tapi jelas!

Okay…. Jadi blog kali ini itu dulu yah.. Keriting nih tanganku lama-lama.๐Ÿ˜

P.s. : kalau dari kalian ada yang mau dikomentari motivation letternya, tolong kirim saja lewat Email saya ya! Viel Erfolg !!!!

4 Comments

  1. mirah's avatar mirah says:

    untuk pengajuan visa apakah bisa memakai ini?

    Like

    1. canyjourny's avatar canyjourny says:

      untuk pengajuan visa baiknya dibedakan, karena addressant kamu bukan GF lagi tapi Behรถrde. Mereka lebih ingin tahu, apa motivasi dan rencana kamu stlh aupair, balik atau ngga setelahnya etc. Semoga membantu ๐Ÿ™‚

      Like

  2. eby's avatar eby says:

    motivation letter ke gastfamilie harus pake bahasa jerman kah? kalau pake bahasa inggris gimana ya ?

    Like

    1. canyjourny's avatar canyjourny says:

      hallo @eby, boleh juga tentunya! Banyak ko GF yang juga malah suka banget kalau mereka bisa improve English mereka dengan kalian. Jadi bisa saling belajar ๐Ÿ™‚

      Like

Leave a reply to mirah Cancel reply